Ultra Densification, Big Data dan Mobile Cloud Computing, Internet of Things (IoT)

teknokuy.com


Ultra Densification


Dalam sistem 4G, macrocell menjadi salah satu arsitektur jaringan dasar. Lalu lintas data seluler bulanan di seluruh dunia diestimasi akan melebihi 15 exabyte pada tahun 2018. Pertumbuhan yang luar biasa seperti permintaan bandwidth berasal dari percepatan pembangunan jaringan dan peningkatan jumlah smartphone, tablet, dan jenis-jenis perangkat lainnya yang memerlukan bandwidth besar. Dengan keragaman perangkat mobile, aplikasi, serta layanan, jaringan selular 5G memerlukan fleksibilitas tinggi pada semua lapisan jaringan.

Dalam rangka mengakomodasi terminal pengguna yang terus tumbuh dan offload pada BTS 4G, diciptakan spatial densification dan spectrum Di sisi lain, spectrum aggregation memainkan peran dalam meng gabungkan fragmen-fragmen yang non-contiguous dalam sumber daya resource bandwidth dan mengoordinasikan spectrum sharing dari licensed dan unlicenced spectrum dalam mencapai utilisasi spektrum yang lebih tinggi.

Big Data dan Mobile Cloud Computing


Dalam menghadapi throughput jaringan yang meningkat, teknik pe nyimpanan data juga akan mengalami evolusi pada era teknologi 5G. Penyimpanan data pada perangkat lokal seperti yang digunakan saat ini diperkirakan tidak akan mampu lagi untuk menangani peningkatkan data, terutama ketika pengguna ingin men-download file besar, atau bahkan streaming video HD. Dalam beberapa tahun terakhir, cloud computing sangat populer karena pengguna dapat meng-upload data ke server cloud melalui internet. Dalam jaringan 5G, cloud computing akan menjadi bagian tak terelakkan, dan mobile cloud computing akan menjadi metode utama untuk komputasi data pada tingkat yang lebih tinggi.
teknokuy.com
Karena semakin banyak pengguna melakukan penyimpanan file di server cloud, mobile cloud computing harus dapat melakukan manajemen data pada server cloud. Berbeda dengan sistem seluler saat ini di mana downlink memainkan peran utama pada kinerja sistem, sistem cloud computing akan lebih menekankan pada sisi uplink dan backhaul.

Internet of Things (IoT)


Internet of Things (IoT), merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan yang ditawarkan, seperti kemampu an data sharing, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda benda di dunia nyata. Contohnya, bahan pangan, elektronik, koleksi, dan
peralatan apa saja termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam pada perangkat dan selalu aktif. Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet.

Metode yang digunakan oleh Internet of Things adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Implementasi Internet of Things sendiri biasanya selalu mengikuti developer dalam mengembang kan sebuah aplikasi yang diciptakan. Sebagai contoh, apabila aplikasi tersebut diciptakan untuk membantu monitoring sebuah ruangan, maka implementasi Internet of Things itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan internet yang digunakan.
teknokuy.com
Diprediksi pada tahun 2020, akan ada 50 miliar jumlah perangkat yang akan terhubung ke jaringan internet. Oleh sebab itu, perangkat IoT memainkan peran penting dalam desain sistem 5G dan beberapa bagian dari jaringan 5G yang sedang dirancang dengan memperhatikan persyaratan IoT5. Jaringan 5G diharapkan dapat melayani tidak hanya perangkat ponsel, tetapi juga beberapa jenis perangkat yang lebih beragam dengan persyaratan sistem dan fungsi yang berbeda, seperti smart watches, tablet, dan perangkat IoT untuk keperluan mission-critical.

teknokuy.com

Related Posts

Load comments

Comments