Tren Mobile Application di Indonesia

teknokuy.com


Tren Mobile Application di Indonesia 


Para program developer saat ini berlomba-lomba menciptakan aplikasi mobile yang mendukung m-commerce untuk berbagai vendor mobile (iPhone, Blackberry, Android, dan Java). Hal ini juga yang membuat setiap orang yang memiliki perangkat mobile dapat melakukan m-commerce di mana pun mereka berada.

Sebuah studi oleh MEF pada Juni 2011 menemukan bahwa 82 persen konsumen telah menggunakan ponsel mereka untuk melakukan pembelian. Produk yang paling sering dibeli adalah produk digital.

Layanan voice dan SMS kini telah tergantikan oleh layanan over the top (OTT) yang diberikan secara gratis oleh penyelenggara OTT. Layanan OTT berkembang sangat pesat pada era broadband, sebagian layanan merupakan rival dari layanan voice dan SMS. Layanan OTT ini tidak hanya komplemen dari layanan yang telah ada sebelumnya, bahkan merupakan layanan subtitusi-nya. Layanan OTT yang banyak digunakan sebagai pengganti layanan SMS dan voice, di antaranya WhatsApp Messenger, LINE, Blackberry Messenger, Viber, Telegram, dan sebagainya.

Banyak aplikasi mobile baru dikembangkan untuk perangkat genggam sederhana dan ini menambahkan dimensi baru pada pendidikan dewasa ini. Dengan aplikasi mobile yang tersedia terutama untuk pendidikan, memungkinkan untuk membuat sekolah-sekolah benar-benar bebas buku. Ribuan aplikasi pendidikan yang dikembangkan di iPhone Apps dapat dengan mudah di-download ke iPhone dan dapat digunakan untuk mendidik anak-anak. Bahkan, beberapa sekolah telah mulai menggunakan alat-alat pendidikan yang tersedia melalui iPhone Apps dan Android Apps untuk pendidikan yang meliputi banyak topik dalam sains dan teknologi, matematika, dan bahasa Inggris dan banyak Apps pendidikan sedang dikembangkan untuk kepentingan anak-anak. Ada aplikasi pendidikan yang tersedia di iPhone Apps dan aplikasi Android yang dibuat dengan multimedia dan alat bantu belajar terbaru yang memungkinkan anak-anak untuk belajar konsep-konsep baru dengan mudah di lingkungan audio visual.

Dilihat dari segi pengembangannya, secara umum aplikasi mobile dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Server-request based Aplikasi mobile berdasarkan server-request, aplikasi mobile jenis ini merupakan aplikasi yang dikembangkan melalui permintaan perangkat mobile untuk mengakses aplikasi ke server tertentu (sebagian besar memanfaatkan koneksi internet).
b. SMS based Aplikasi berdasarkan SMS yang dikembangkan dengan meminta apli kasi pada server tertentu melalui fitur SMS yang ada di perangkat mobile.
c. Sim card based Aplikasi berdasarkan sim card yang digunakan, aplikasi jenis ini dikembangkan oleh provider jaringan telekomunikasi yang ada. Aplikasi tersebut ditanamkan dalam sim card dan dapat dijalankan ketika sim card diaktifkan dalam perangkat mobile.
d. Mobile Equipment based Mobile Equipment Aplikasi jenis ini dikembangkan dengan cara menanamkan aplikasi tersebut langsung di dalam perangkat mobile yang bersangkutan. Pengembangan aplikasi mobile seperti ini sangat diminati seiring bermunculannya perangkat-perangkat mobile yang mempunyai platform operating system yang mendukung aplikasi-aplikasi tersebut. Dari ke empat aspek di atas, masing-masing memiliki keunggulan yang dapat dimaksimalkan dengan menyesuaikan kondisi dan arah industri IT di suatu wilayah tersebut.

Perkembangan industri mobile application di Indonesia


Pada awalnya, perangkat mobile device hanya dapat digunakan tidak lebih dari menelepon atau menerima dan mengirim pesan teks yang singkat. Hal ini karena keterbatasan teknologi pada saat itu. Namun, dunia saat ini berkembang sangat cepat dan teknologi berkembang dengan sangat pesat. Mulai dari mendengarkan musik, memotret, hingga berinternet secara bertahap hadir dalam perangkat mobile device dan beragam aplikasi mobile terus bermunculan dari para pengembang untuk mendukung pemanfaatan maksimal dari mobile device.

Banyak faktor yang mendukung pergerakan ke arah mobile internet hingga menjadi suatu tren saat ini. Pertama, selain karena semakin mudahnya mendapatkan perangkat mobile juga karena tren social networking dan online shopping yang saat ini dieksploitasi besar-besaran oleh seluruh vendor. Contoh paling sukses adalah Facebook. Di perangkat mobile mana yang saat ini tidak dapat kita jumpai aplikasi Facebook di dalamnya? Online shopping pun sudah mengubah pola belanja masyarakat di mana seseorang dapat dengan mudah membeli barang dari mana saja. Faktor kedua adalah persaingan antar-operator telekomunikasi yang berusaha menyajikan akses internet pada perangkat mobile dengan harga murah. Hal ini tentunya menggiurkan setiap orang yang memiliki perangkat mobile untuk dapat mengakses internet selain layanan-layanan dasar yang tentu dimilikinya.

Mobile internet sudah menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan manusia. Tingkat pengguna mobile internet sudah mencapai angka yang melebihi penggunaan internet di komputer PC di beberapa negara Eropa dan Asia, misalnya Jepang. Fenomena yang dimulai pada tahun 1990-an tersebut banyak mengubah cara-cara berbisnis dan melahirkan the way of doing business. Inilah cara baru berbisnis yang dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Jepang memulai pergerakan ini dengan meluncurkan i-Mode, yaitu suatu aplikasi mobile yang menawarkan layanan web browsing yang dapat menampilkan warna dan video sehingga kegunaannya sangat besar, seperti untuk m-banking, melakukan reservasi pesawat, melihat stok barang, mengirim dan menerima e-mail, dan semuanya melalui jaringan internet. Hingga saat ini, i-Mode terus dipakai secara luas di seluruh dunia dan jumlah pemakainya diperkirakan mencapai 51,6 juta pengguna di Jepang dan 5 juta pengguna di luar Jepang yang tersebar di seluruh penjuru dunia pada 20118. Dengan kehadiran i-Mode, muncul istilah baru dalam bidang bisnis dengan pemanfaatan mobile internet, yaitu mobile business (m-business) atau yang sering dikenal dengan mobile commerce (m-commerce). M-commerce merupakan jasa transaksi terpercaya melalui mobile devices untuk pertukaran barang dan jasa antara konsumen, pedagang, dan institusi finansial. Saat ini, fungsi dari uang cash sudah mulai bergeser sedikit demi sedikit ke arah virtual money, baik dalam bentuk saldo bank maupun pulsa operator yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang cash di ATM.

teknokuy.com

Related Posts

Load comments

Comments