Teknik Radio Akses, Roadmap Industri Digital di Indonesia

teknokuy.com


Teknik Radio Akses 


Permintaan kecepatan tinggi pada jaringan 5G memotivasi munculnya riset mengenai akses radio yang harus mampu mendukung kecepatan data yang lebih tinggi tersebut. Karena spektrum adalah sumber daya yang terbatas, efisiensi spektrum merupakan faktor utama.

Sistem komunikasi full duplex memungkinkan transmisi secara simultan dan penerimaan sinyal pada pita frekuensi yang sama. Hal tersebut berbeda dengan komunikasi half duplex yang menggunakan Time Division Duplexing (TDD) atau Frequency Division Duplexing (FDD) dalam melakukan komunikasi. Sistem half duplex tidak dapat melakukan komunikasi dua arah sekaligus. Meskipun sistem full duplex mengatasi alokasi bandwidth yang tidak fleksibel, serta inefisiensi dalam persyaratan guard interval dan pita frekuensi, dalam teknologi 5G dianggap tidak layak untuk me-nerapkan sistem full duplex secara praktis karena akan sangat tinggi interferensinya. Teknik self-interference cancellation dikembangkan untuk mengurangi gangguan pada penerima. Komunikasi full duplex dapat digunakan dalam meningkatkan kapasitas jaringan selular 5G. Dalam skenario pertama, peralatan pengguna mengirimkan datanya ke base station atau perangkat lain dalam komunikasi M2M, sementara base station mengirimkan data ke user equiptment (UE) yang sama pada waktu yang sama. Skenario lainnya adalah transmisi langsung yang mirip dengan relay full duplex, di mana node pertama mentransmisikan data ke node kedua dan kemudian mentransmisikan data ke node ketiga. Peningkatan throughput yang dapat dicapai dari pengembangan sistem full duplex tersebut sekitar 30 sampai 40 persen.

Generalized Frequency Division Multiplexing (GFDM) awalnya diusulkan sebagai gelombang untuk skenario tingkat fragmentasi spektrum yang tinggi pada band TV. Hal tersebut, sempat dibahas untuk menjadi teknik multiple access untuk 5G. GFDM adalah teknik multiplexing berdasarkan blok di mana setiap blok termodulasi secara independen dan terdiri atas beberapa subcarrier dan subsymbols. Berbeda dengan teknik multiple access sebelumnya, Sparse Code Multiple Access (SCMA) atau yang juga disebut Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) menyediakan dimensi baru multiplexing dan domain power. NOMA dinilai cocok untuk implementasi di daerah penyebaran yang luas di mana ada beberapa pengguna yang tersebar di seluruh wilayah cakupan dengan beberapa pengguna dengan channel gain yang tinggi.

Roadmap Industri Digital di Indonesia


Konvergensi media untuk merupakan diarahkan penggabungan atau pengintegrasian ke satu tujuan. Konvergensi media berbagai biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital. Teknologi digital yang terus berkembang telah memungkinkan semua pencipta konten dari 15 subsektor ekonomi kreatif untuk menyampaikan.

Pesatnya perkembangan teknologi digital tercermin dari tingginya pe netrasi internet, smartphone, mobile broadband, dan pengguna media sosial. Hal ini berdampak pada pertumbuhan e-commerce. Budaya belanja online, serta promosi produk online menjadi alternatif untuk melakukan promosi dan transaksi perdagangan. Transaksi e-commerce tertinggi pada tahun 2009 berada di wilayah Eropa dengan nilai USD 188,44 miliar. Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai USD 144,24 miliar. Di Asia nilai transaksi mencapai USD 107,07 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2008, nilai transaksi e-commerce global tumbuh sebesar 12,3 persen, dari USD 428,94 miliar menjadi USD 481,6 miliar. Nilai transaksi e-commerce global pada tahun 2013 diprediksi akan mencapai USD 963 miliar dengan pertumbuhan sebesar 18,9 persen.

Kemajuan teknologi informasi harus didukung pula oleh infrastruktur internet yang baik. Indonesia yang kaya dengan potensi konten, akan sulit memperoleh keuntungan dari perkembangan dunia digital ketika infrastruktur teknologi informasinya tidak mampu bersaing dengan negara lain. Kondisi buruk ekonomi digital Indonesia disebabkan lemahnya aspek konektivitas, konsumen, dan peluang usaha di Indonesia. Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas banyak pulau menyebabkan konektivitas jaringan menjadi lebih sulit dibandingkan negara yang memiliki luas wilayah yang kecil seperti Singapura. Begitu juga dengan penetrasi pengguna/konsumen yang telah memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya masih rendah. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk membangun usaha atau industri digital di Indonesia. Berdasarkan peringkat digital economy, Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Singapura yang telah masuk ke kategori 10 negara terbaik dunia. Indonesia berada pada posisi 65 dari 70 negara, berada di bawah seluruh negara ASEAN.

Serangkaian proses dan teknologi yang mendukung pengumpulan, pengolahan, dan penerbitan informasi dalam bentuk apa pun pada beberapa informasi biasanya disebut dengan konten digital. Konten digital dapat mengambil bentuk teks, seperti dokumen, file multimedia, seperti file audio atau video, atau jenis lain yang mengikuti siklus hidup konten.

teknokuy.com

Related Posts

Load comments

Comments