Komunikasi Machine to Machine (M2M), Green Communication

teknokuy.com


Komunikasi Machine to Machine (M2M)


Komunikasi Machine to Machine (M2M) merupakan teknologi yang memungkinkan peralatan-peralatan elektronik untuk saling berkomuni kasi satu sama lain. Konektivitas perangkat seperti ponsel, mobil, lemari es, hingga mesin cuci menjadi lebih mudah. Pengguna nantinya dapat mengendalikan AC dan lemari es dari ponsel atau peralatan yang bekerja otomatis karena dipicu peralatan yang lain. Misalnya, AC rumah langsung menyala ketika mendeteksi mobil yang akan masuk garasi. Bidang-bidang yang sudah bisa didukung dengan teknologi M2M ini juga banyak, antara lain, keamanan, logistik, transportasi, kesehatan, dan keuangan. M2M mengacu pada teknologi yang memungkinkan sistem, baik wireless maupun wired untuk berkomunikasi dengan perangkat lain.

M2M dapat menggunakan perangkat (seperti sensor) untuk menangkap sebuah kejadian (seperti suhu, pergerakan, dan lain-lain), yang disampai-kan melalui jaringan (wireless, wired, atau kombinasi) ke pusat server. Sebuah aplikasi (program software) dibuat untuk merekam kejadian tersebut serta memberitahukan kepada pengguna. Pengguna juga dapat mengendalikan perangkat-perangkat tersebut secara remote tanpa harus bersentuhan langsung dengan perangkat. Perangkat yang dapat didukung untuk teknologi M2M sendiri juga semakin banyak, mulai dari handphone, mesin cuci, AC, peralatan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Beberapa riset menggabungkan komunikasi M2M dalam arsitektur jaringan selular 5G. Komunikasi M2M dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis skenario.

Perangkat yang memperoleh sinyal yang rendah akan berkomuni kasi dengan base station menggunakan perantara perangkat lain untuk menyampaikan informasi kepada base station. Pembentukan link tersebut dikendalikan oleh base station. Jenis relay yang digunakan dapat membantu perangkat untuk mencapai QoS yang lebih tinggi dan meningkatkan masa pakai baterai.

Transmisi dan perangkat penerima berada dalam cakupan yang sama dan mereka dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa melalui base station. Base station hanya membantu pembentukan link antara perangkat yang satu dan perangkat lainnya. Skenario ini akan menguntungkan ketika file sharing jarak pendek karena dapat menghindari lalu lintas data melalui base station dan beban dari base station juga dapat berkurang. Hal ini juga akan memberikan kecepatan data yang lebih tinggi, seperti tidak ada lagi pembatasan konektivitas dan kapasitas link ke base station.

Skenario terakhir adalah di mana perangkat sumber dan tujuan tidak berada dalam jangkauan transmisi satu sama lain. Dalam keadaan ini, mereka membangun hubungan komunikasi satu sama lain tanpa bantuan base station. Karena tidak ada keterlibatan base station, perangkat sumber dan tujuan dihubungkan melalui perangkat lain sebagai relay dalam pembentukan hubungan.

Green Communication 


Berkenaan dengan jumlah perangkat yang akan terhubung ke jaringan yang diharapkan meningkat 100 kali dan volume data diperkirakan akan meningkat lebih dari 1000 kali dalam dekade berikutnya, maka salah satu tantangan dalam komunikasi masa depan dalam memenuhi persyaratan adalah dengan cara yang terjangkau dan berkelanjutan. Saat ini, operator sudah menghadapi kenyataan bahwa tagihan listrik menjadi beban yang cukup tinggi dari belanja operasional. Menurunkan konsumsi energi dan bergerak menuju alternatif komunikasi hijau tidak hanya penting dari perspektif lingkungan, namun juga signifikan dari perspektif ekonomi. Pendekatan lain untuk mencapai jaringan komunikasi hijau tersebut adalah dengan menggunakan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, getaran di base station, dan menggunakannya untuk mengurangi konsumsi listrik yang boros sebagaimana terjadi saat ini.

teknokuy.com

Related Posts

Load comments

Comments